(Jakarta) Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Perekonomian RI terus mengembangkan potensi perekonomian masyarakat. Perekonomian masyarakat Indonesia banyak disumbangkan oleh pelaku ekonomi kecil yang biasa disebut dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pemerintah Indonesia mendorong pelaku UMKM untuk terus bertahan dan berjuang untuk eksis di perekonomian Indonesia.

Kementerian Koordinator Perekonomian RI melakukan kegiatan Implementasi dan Sinergi Program Kuliner dan Wisata Halal yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 September 2021 di Punthuk Kepuh Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Aliansi Kuliner Indonesia serta Herbatren. Dalam kegiatan ini turut pula dihadiri oleh Dewan Nasional Keuangan Inklusif serta beberapa BUMN dan Perusahaan swasta lainnya.

Salah satu wadah UMK (Usaha Mikro Kecil) di Yogyakarta adalah Asosiasi Kuliner Indonesia (Kul-In) yang dibina oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Wadah UMK Perempuan ini memiliki 12 Program unggulan antara lain: Taman Edukasi Pendidikan, Punthuk Kepuh, Edukasi Madu Lanceng, Aloevera, Joglo Kuliner Halal, Tradisional Olahan Singkong, Penanaman Shorgum, Kebun Buah, Pesona 17 Kali Oyo, Wisata Religi, UMKM Go-Ekspor, Program Penggemukan Kambing dan Domba.

PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) sebagai perusahaan penjaminan berbasis syariah turut berpartisipasi dalam kegiatan implementasi dan sinergi program kuliner dan wisata. Askrindo Syariah sekaligus menyerahkan secara simbolis edukasi dan literasi keuangan syariah. Askrindo Syariah juga menandatangani MoU dengan Aliansi Kuliner Indonesia sebagai komitmen untuk melaksanakan edukasi literasi keuangan syariah. Acara ini dihadiri oleh Deputi 1 Kemenko Perekonomian RI  Bapak Iskandar Simorangkir secara virtual, Asdep Kemenko Perekonomian RI Bapak Erdiriyo, GKR Hemas, Bupati Gunung Kidul, dan lain-lain. Askrindo Syariah dihadiri oleh Kepala Cabang Askrindo Syariah Yogyakarta Bapak Anjas.