Jakarta - Di tengah pembahasan pentingnya dampak bencana alam di wilayah Sumatera, Askrindo Syariah bersama Bank Syariah Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna membahas dampak bencana terhadap sektor penjaminan dan pembiayaan syariah. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat Askrindo Syariah, Jakarta Selatan, pada 2 April 2026 ini menjadi ruang temu bagi kedua lembaga untuk merumuskan langkah mitigasi yang lebih adaptif, khususnya bagi wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Diskusi berlangsung dalam suasana yang konstruktif, dengan pembahasan yang mengalir dari pemetaan dampak risiko bencana hingga dampak bagi penjaminan dan pembiayaan ekonomi pascabencana. Para peserta menyoroti bagaimana gangguan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kerap menjadi efek domino dari bencana, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pembiayaan dan keberlanjutan usaha nasabah. Dalam forum tersebut, kedua institusi juga membahas tentang risiko penjaminan pasca bencana.
Melalui FGD ini, diharapkan lahir rekomendasi konkret yang makin memperkuat kerjasama kedubelah pihak. Kolaborasi lintas lembaga seperti ini menjadi penting di tengah dinamika perubahan iklim dan kompleksitas risiko yang semakin meningkat, sekaligus menegaskan peran industri keuangan syariah dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi nasional.